Gurihnya Bisnis HANIYA Fried Chicken, Modal Kecil, Untungnya Bikin Ngiler

--- 



BISNIS kuliner tiada habisnya. Akan habis jika semua manusia sudah berhenti makan.


Peluang itu hadir di depan Anda. Perkara yang dibutuhkan sehari-hari sebagai “solusi lapar” bisa menjadi ladang rezeki.


Sajian bisnis ini ada di HANIYA Fried Chicken, sebuah usaha kuliner -- analisa profit atau keuntungan ada di bawah.


Dengan merogoh kocek tidak sampai puluhan juta, Anda sudah bisa memiliki usaha ini. Modal hanya Rp 7,5 juta. Relatif pas. Harga standar.


Kalau ditakar, dagangan yang terus laku adalah makanan dan minuman. Apalagi fried chicken atau ayam goreng. Yang disukai banyak kalangan. Dari anak hingga orang tua.


Dengan HANIYA Fried Chicken, Anda tinggal menyiapkan tempat 1,5 meter x 2 meter. Booth atau stan jualan lengkap dengan atapnya -- sudah bisa melindungi dari sengatan panas matahari dan tetasan air hujan.


Berikut sekilas gambaran booth-nya. 



Dengan nominal “secuil” tersebut, bukan hanya booth yang didapat. 

Masih ada kelengkapan lain. Seperti etalase dengan lampu penghangat, kompor high pressure, termometer, timer, wajan, alat goreng, meja, nampan penepungan.


Masih ada lagi seragam karyawan.


Tentunya, perlengkapan dan fasilitasnya sepadan dengan besaran nominal itu.


Booth-nya sudah dilengkapi lampu neon. Malam hari tetap terang. Sinarnya kuat berkarakter. Nampak jreng.


Bagaimana jika Anda atau calon karyawan Anda tidak bisa memasak?


Tenang, jangan panik, jangan khawatir. Semua akan diajari dari nol. Dari benar-benar tidak bisa, menjadi bisa. Enak bukan. Tinggal goreng menggoreng.


Training-nya gratis. Mboten mbayar (tidak membayar).


Apa saja menunya?

Aneka rasanya pun bervariatif.

  • Ada Ayam Goreng Sambal Geprek.
  • Ada Ayam Goreng Saus Sapi.
  • Ada Ayam Goreng Saus Keju.


Semua akan lebih nikmat jika ditambah saus atau sambal.



Dalam bisnis ini sama sekali tidak ada pembagian royalti. Keuntungan sepenuhnya menjadi milik mitra. Hanya saja bumbunya beli di pusat -- tempat penyedia booth HANIYA.


Kalau mau bermitra dengan kami sekarang, pumpung belum naik lagi harganya --di bulan September paket harganya Rp 5 juta. Mulai bulan Oktober Rp 7,5 juta. Harga sewaktu-waktu bisa naik.




HANIYA Fried Chicken Selera Keluarga Indonesia.


Analisa Profit HANIYA Fried Chicken

Penjualan ayam per ekor (ayam per ekor di potong jadi 10)


Dada (6 potong) dengan harga jual Rp 6500/potong = Rp 39.000


Paha bawah (2 potong) dengan harga jual Rp 6000/potong = Rp 12.000


Sayap (2 potong) dengan harga jual Rp 5500 /potong = Rp 11.000


Setiap menjual satu ekor berarti pemasukannya Rp 62.000


Modal


Ayam satu ekor Rp 30.000 (Asumsi. Di pasaran bisa lebih miring)


Tepung per potong Rp 500 x 10 potong = Rp 5.000


Minyak per potong Rp 350 x 10 potong = Rp 3500


Gas per potong Rp 150 x 10 potong = Rp 1500


Saus per sachet Rp 200 x 10 potong = 2000


Plastik per potong Rp 50 x 10 potong = Rp 500


Total modal Rp 42.500


Laba kotor penjualan per ekor = Rp 62.000 – Rp 42.500 = Rp 19.500


Analisa Profit per Bulan dengan Asumsi per Hari Laku 10 Ekor

Penjualan ayam per hari 10 ekor x 30 hari = 300 ekor


Pemasukan per ekor Rp 62.000 x 10 ekor x 30 hari = Rp 18.600.000


Modal per ekor Rp 42.500 x 10 ekor x 30 hari = Rp 12.750.000


Laba kotor = Rp 18.600.000 – 12.750.000 = Rp 5.850.000


Biaya lain-lain


Gaji karyawan Rp 1.000.000 Listrik air Rp 100.000


Sewa tempat Rp 500.000 Total Rp 1.600.000


LABA BERSIH = Rp 5.850.000 – 1.600.000 = Rp 4.250.000. (*)

Tentang Kami


 Gurihnya Bisnis HANIYA Fried Chicken, Modal Kecil, Untungnya Bikin Ngiler

--- 



BISNIS kuliner tiada habisnya. Akan habis jika semua manusia sudah berhenti makan.


Peluang itu hadir di depan Anda. Perkara yang dibutuhkan sehari-hari sebagai “solusi lapar” bisa menjadi ladang rezeki.


Sajian bisnis ini ada di HANIYA Fried Chicken, sebuah usaha kuliner -- analisa profit atau keuntungan ada di bawah.


Dengan merogoh kocek tidak sampai puluhan juta, Anda sudah bisa memiliki usaha ini. Modal hanya Rp 7,5 juta. Relatif pas. Harga standar.


Kalau ditakar, dagangan yang terus laku adalah makanan dan minuman. Apalagi fried chicken atau ayam goreng. Yang disukai banyak kalangan. Dari anak hingga orang tua.


Dengan HANIYA Fried Chicken, Anda tinggal menyiapkan tempat 1,5 meter x 2 meter. Booth atau stan jualan lengkap dengan atapnya -- sudah bisa melindungi dari sengatan panas matahari dan tetasan air hujan.


Berikut sekilas gambaran booth-nya. 



Dengan nominal “secuil” tersebut, bukan hanya booth yang didapat. 

Masih ada kelengkapan lain. Seperti etalase dengan lampu penghangat, kompor high pressure, termometer, timer, wajan, alat goreng, meja, nampan penepungan.


Masih ada lagi seragam karyawan.


Tentunya, perlengkapan dan fasilitasnya sepadan dengan besaran nominal itu.


Booth-nya sudah dilengkapi lampu neon. Malam hari tetap terang. Sinarnya kuat berkarakter. Nampak jreng.


Bagaimana jika Anda atau calon karyawan Anda tidak bisa memasak?


Tenang, jangan panik, jangan khawatir. Semua akan diajari dari nol. Dari benar-benar tidak bisa, menjadi bisa. Enak bukan. Tinggal goreng menggoreng.


Training-nya gratis. Mboten mbayar (tidak membayar).


Apa saja menunya?

Aneka rasanya pun bervariatif.

  • Ada Ayam Goreng Sambal Geprek.
  • Ada Ayam Goreng Saus Sapi.
  • Ada Ayam Goreng Saus Keju.


Semua akan lebih nikmat jika ditambah saus atau sambal.



Dalam bisnis ini sama sekali tidak ada pembagian royalti. Keuntungan sepenuhnya menjadi milik mitra. Hanya saja bumbunya beli di pusat -- tempat penyedia booth HANIYA.


Kalau mau bermitra dengan kami sekarang, pumpung belum naik lagi harganya --di bulan September paket harganya Rp 5 juta. Mulai bulan Oktober Rp 7,5 juta. Harga sewaktu-waktu bisa naik.




HANIYA Fried Chicken Selera Keluarga Indonesia.


Analisa Profit HANIYA Fried Chicken

Penjualan ayam per ekor (ayam per ekor di potong jadi 10)


Dada (6 potong) dengan harga jual Rp 6500/potong = Rp 39.000


Paha bawah (2 potong) dengan harga jual Rp 6000/potong = Rp 12.000


Sayap (2 potong) dengan harga jual Rp 5500 /potong = Rp 11.000


Setiap menjual satu ekor berarti pemasukannya Rp 62.000


Modal


Ayam satu ekor Rp 30.000 (Asumsi. Di pasaran bisa lebih miring)


Tepung per potong Rp 500 x 10 potong = Rp 5.000


Minyak per potong Rp 350 x 10 potong = Rp 3500


Gas per potong Rp 150 x 10 potong = Rp 1500


Saus per sachet Rp 200 x 10 potong = 2000


Plastik per potong Rp 50 x 10 potong = Rp 500


Total modal Rp 42.500


Laba kotor penjualan per ekor = Rp 62.000 – Rp 42.500 = Rp 19.500


Analisa Profit per Bulan dengan Asumsi per Hari Laku 10 Ekor

Penjualan ayam per hari 10 ekor x 30 hari = 300 ekor


Pemasukan per ekor Rp 62.000 x 10 ekor x 30 hari = Rp 18.600.000


Modal per ekor Rp 42.500 x 10 ekor x 30 hari = Rp 12.750.000


Laba kotor = Rp 18.600.000 – 12.750.000 = Rp 5.850.000


Biaya lain-lain


Gaji karyawan Rp 1.000.000 Listrik air Rp 100.000


Sewa tempat Rp 500.000 Total Rp 1.600.000


LABA BERSIH = Rp 5.850.000 – 1.600.000 = Rp 4.250.000. (*)

Show comments
Hide comments

No comments